Kesejahteraan Pendidikan Anak-Anak TKI dan Imigran di Republik India

Secara garis besar, Imigran Indonesia di India bukanlah mereka yang memiliki ekonomi menengah ke bawah, bahkan banyak di antara mereka adalah orang yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas khususnya anak-anak dari para  staf KJRI atau mereka yang orang tua nya bekerja di perusahaan India. Berbeda dengan Malaysia yang memiliki sekolah Indonesia di beberapa kota seperti “Sekolah Indonesia Kuala Lumpur” atau “Sekolah Indonesia Johor Bahru” dan yang lainnya.

 

India belum memiliki sekolah indonesia disana, sehingga anak dari para imigran Indonesia di India terpaksa bersekolah di sekolah lokal, hal ini menyebabkan banyak sekali anak-anak Imigran Indonesia di India tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik, menyikapi hal demikian, KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di India dengan rutin membuka kelas Bahasa Indonesia, yang mana hal ini sangat membantu para anak-anak imigran mampu berbahasa Indonesia dengan baik. KBRI India juga sangat memperhatikan para pelajar dan mahasiswa Indonesia di India, sehingga hubungan antara mahasiswa dan KBRI India sangat dekat terutama hubungan antara ATDIKBUD dengan para mahasiswa.

 

Sejauh ini, jarang sekali ada isu-isu yang tidak baik mengenai mahasiswa Indonesia disana. Tetapi bagaimanapun juga, persaingan antar mahasiswa sangatlah ketat, PPI India juga memiliki perhatian khusus demi menjaga hubungan baik dan silaturahmi antar mahasiswa dan para imigran Indonesia di India, dengan rutin mengadakan program silaturahmi antar para mahasiswa Indonesia yang tinggal di lokasi yang cukup jauh untuk di jangkau.

 

Akhir-akhir ini sulit bagi mahasiswa Indonesia di India untuk melaksanakan Internship atau magang, dikarenkan sedikit sekali kesempatan untuk magang di beberapa perusahaan dan NGO di India. Walau begitu, KBRI India gencar mengadakan webinar motivasi dan peningkatan kapasitas mahasiswa agar tetap produktif dan mampu beradaptasi dengan baik walau di tengah pandemi.