Kupas Tuntas Beasiswa Kawasan Asia-Oseania: Malaysia

Menuntut Ilmu Ke Negeri Jiran

(Nanjing,27 –Juni-2021) Malaysia tidak hanya memperkuat reputasi sebagai salah satu tujuan wisata dunia lewat taglineTruly Asia”. Negeri jiran ini juga merupakan salah satu tujuan pendidikan yang diakui secara internasional. Salah satu alasannya adalah karena Kementerian Pendidikan Malaysia menerapkan standar yang cukup tinggi untuk sejumlah universitas sehingga menghasilkan kualitas pendidikan yang terjamin. Minggu, 12  Juni 2021 pukul 13:30-15:30 WIB telah berlangsung kegiatan Webinar Kupas Tuntas Beasiswa Asia-Oseania: Malaysia yang bertemakan “Menuntut Ilmu Ke Negeri Jiran”. Webinar ini diselenggarakan rutin oleh kepengurusan PPI DK Asia-Osenia periode 2020-2021. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak teman teman untuk mendapatkan beasiswa perkuliahan dan berbagi pengalaman agar mendapatkan beasiswa di Malaysia.

Acara ini dihadiri dengan narasumber mahasiswa undergraduate yang sedang berkuliah di Albukhary International University yaitu Bintang Astiana dan mahasiswa postgraduate yaitu Yosua Setiawan. Kedua narasumber ini dihadirkan karena telah berpengalaman dalam mendapatkan beasiswa perkuliahan di Malaysia. Acara ini juga dimoderatori oleh Asyroffudin Fadhlullah selaku anggota Departement Pendidikan dan Litbang PPI DK Asia-Oseania.

Pembahasan seru seputar beasiswa ini dihadirin oleh sekitar 40 peserta, dan dibuka dengan sambutan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Dr. Mokh. Farid Maruf dan Ketua Umum PPI Malaysia, Haidar Mohalisi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Bintang Astiana, yang menjelaskan bagaimana dia mendapatkan 2 (dua) jenis beasiswa yaitu Beasiswa Baznas dan Beasiswa Al Bukhary Foundation. Narasumber juga menjelaskan kualifikasi pendaftaran yang harus diikuti bila ingin mengajukan kedua beasiswa tersebut diantaranya; Lulusan SMA/ Sederajat, berusia 18-21 tahun, bersedia untuk tidak menikah, penghasilan orang tua maksimal Rp. 4.000.000 perbulan dibuktikan dengan slip gaji atau keterangan surat penghasilan.

Tak lupa, sertifikat Bahasa Inggris IELTS/TOEFL akan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi beasiswa tersebut. CV atau surat rekomendasi dari tokoh masyarakat juga perlu dipersiapkan oleh para peserta jika ingin mendapatkan beasiswa tersebut. Beasiswa Al Bukhary Foundation meliputi 100 persen biaya kuliah, uang saku senilai RM 450/ Rp. 1.500.000 per bulan, hostel, T shirt, notebook dan flashdisk.

Pemaparan materi dilanjutkan oleh Yosua Setiawan, dimana dia menceritakan bagaimana dia mendaftar melalui https://biasiswa.mohe.gov.my/INTER/  dengan mempersiapkan 7 dokumen seperti yang telah tertera pada website, yaitu (1) Application form, (2) Fotocopy paspor yang telah dilegalisir min. 6 bulan valid, (3) Trasnkrip nilai yang telah dilegalisir mulai dari sertifikat undergraduate study, transkrip nilai yang berisikan mata kuliah dan IPK, (4) Fotocopy English language proficiency (IELTS atau IBT toefl), (5)Surat rekomendasi dari 2 orang seperti dosen, supervisor, dll, CV dan juga Research Proposal.

Setelah sesi materi, moderator untuk membuka sesi pertanyaan untuk para peserta webinar. Salah satunya, tanggapan Azira, di Kolom Chat Zoom “Halo mas yosua, saya zira dari unri ingin bertanya. Apakah untuk mengikuti beasiswa MIS ini tidak mungkin untuk jurusan education?” Kemudian disusul dengan pertanyaan menarik lainnya yang kemudian dijawab oleh para narasumber secara lugas dan menarik. Untuk video lengkap Webinar kupas tuntas beasiswa kawasan Asia-Oseania:Malaysia dapat diakses melalui Youtube channel PPI DK Asia-Oseania di https://www.youtube.com/channel/UCrT8mbY7_pTDkRQXVRe6xIw/featured

Segala informasi dan kegiatan terkait PPI Dunia Kawasan Asia-Oseania dapat diakses melalui laman website https://asiania.ppi.id/ juga dapat dikunjungi akun sosial media @ppidkasiaoseania (Instagram); @ppiasiaoseania (Twitter) ; dan PPID Kawasan Asia-Oseania (Facebook). Salam Asik. Aspirasi, Sinergi, Kontribusi.

(Ryan.a. m, Media internal Departemen Media dan Komunikasi PPIDK Asia-Oseania)

Kupas Tuntas Beasiswa Kawasan Asia-Oseania: Korea Selatan

Scholarship For Undergradudate & Postgraduate Program

(Nanjing,27-Juni 2020) Seperti kita ketahui, perekonomian di Korea Selatan saat ini sedang berkembang pesat, sehingga tingkat pengangguran sangat rendah, dan berbagai fasilitas seperti transportasi umum sangat memadai. Jika kamu ingin kuliah ke Korea Selatan, sekarang adalah saat yang tepat karena Korea Selatan juga telah meningkatkan fokus dan anggaran untuk pendidikan tinggi, supaya dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas, dan dapat berkompetisi dalam perekonomian global. Pada Jumat, 6 Juni 2021 pukul 13:30-15:20 WIB lalu, telah berlangsung kegiatan Webinar Kupas Tuntas Beasiswa Asia-Oseania: Korea Selatan yang bertemakan “Scholarship for Undergradudate & Postgraduate Program”. Webinar ini diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Litbang PPI DK ASIANIA periode 2020-2021.

Acara ini menghadirkan Dinda Terasia, narasumber yang sedang menempuh jenjang studi S1 nya di Inha University. Selain itu hadir pula narasumber lain yaitu Dimas Harris Sean Keefe yang sedang menempuh pendidikan S3 di Pusan National University.Kedua narasumber tersebut telah berpengalaman mendapatkan beasiswa perkuliahan di Korea selatan dengan jalur Government Scholarship. Acara ini juga dimoderatori oleh Adelannisa Dinda Alqautshar selaku Anggota Departement Media dan Komunikasi PPIDK Asia-Oseania yang membuat webinar menjadi terasa hidup dan interaktif.

Pembahasan seru seputar beasiswa Korea Selatan yang dihadiri sekitar 50 peserta ini dibuka dengan sambutan dari Koordinator PPI DK Asia-Oseania periode 2020/2021, Adi Kusmayadi. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Korea Selatan, Gogot Suharwoto, Ph.D juga turut memberikan sambutannya pada kesempatan ini. Pemaparan pertama disampaikan oleh Dinda Terasia. Dalam penuturannya, Dinda menjelaskan alasannya melanjutkan studi di Korea Selatan adalah karena negara Korea Selatan adalah salah satu negara yang mampu mendukung minatnya di bidang teknologi. Dinda juga menyampaikan, bahwa beasiswa yang dia dapatkan meliputi biaya kuliah, pelatihan bahasa, tiket pesawat berangkat dan kembali saat selesai studi. Untuk kehidupan sehari hari, Dinda mendapatkan 900,000 won disamping asuransi dan akomodasi kedatangan sebesar 200,000 won. Tak hanya itu, setelah masa studi penerima beasiswa juga akan mendapatkan 100,000 won, serta tambahan akomodasi hingga pulang ke tanah air.

Persyaratan dokumen untuk mendaftar beasiswa ini juga disampaikan dalam acara ini, diantaranya adalah formulir (form 1), NIIED pledge (berprilaku baik kalau diterima), bukti kewarganegaraan pelamar dan orangtua seperti KTP dan Kartu Keluarga, personal statement, rencana study, 2 surat rekomendasi. Tidak hanya itu, rekomendasi dari Kepala Sekolah SMA (mengenai keaktifan non akademik) dan SMP (mengenai prestasi akademik) juga dibutuhkan. Form kesehatan yang berisikan ceklis penyakit, riwayat pernah ke rumah sakit dan hal hal yang terkait dengan riwayat kesehatan juga menjadi syarat utama. Karena beasiswa ini adalah untuk lulusan SMA terjemahan resmi dari Ijazah SMA/sederajat dan rapor SMA kelas 1 sampai 3 juga perlu dilampirkan.

Sertifikat bahasa Inggris yang diakui oleh Government Scholarship seperti TOEFL/IELTS juga menjadi kunci utama dokumen pendaftaran beasiswa ini. Jika anda memiliki sertifikat bahasa Korea atau TOPIK, hal ini tentu menjadi nilai tambah. Dinda juga menceritakan, untuk peserta yang lolos ke tahap selanjutnya, dibutuhkan tes kesehatan, fotocopy passport, dan sertifikat-sertifikat penghargaan.

Setelah pemaparan dari narasumber pertama terkait proses pendaftaran beasiswa, narasumber kedua, yakni Dimas Harris menekankan pada persiapan sebelum memilih kuliah di Korea Selatan diantaranya adalah memilih jurusan, melihat besar biaya hidup, serta beasiswa apa saja yang mendukung. Mengenai jurusan, narasumber merekomendasikan untuk menyesuaikan dengan passion atau minat pelamar seperti jurusan yang disukai, peluang kerja, serta peluang bisnis yang baik. Kaitannya dengan universitas, perlu juga untuk melihat ranking universitas yang dituju, lihat apakah universitas tersebut menyediakan jurusan yang diminati atau tidak. Tak lupa untuk memastikan bahasa yang digunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Korea.

Setelah sesi pemaparan, moderator untuk membuka sesi pertanyaan pertanyan untuk para peserta webinar. Salah satu tanggapan yang muncul adalah Dody dari PPI Filipinan lewat kolom chat zoom meeting. “Saya mau bertanya nih kak, kan age limit beasiswa tadi kan sekitar 24-25 kan ya, berarti untuk mahasiswa yang berminat untuk mengambil dual degree itu sangat minim/nihil ya kak, mengingat bachelor bachelor lulusnya 23-24 keatas? terus kalau yang SMA nya dibawah 3 tahun apa bisa kak?”. Pertanyan tersebut cukup menarik dan dirasa dapat mewakili peserta lainnya. Ada pula salah satu peserta yang bertanya mengenai “Untuk beasiswa (mahasiswa postgraduate) apakah bisa mendapatkan lebih dari 1 beasiswa dalam waktu bersamaan? Mayoritas cara mendapatkan beasiswa apakah hanya melihat IPK saja atau dipertimbangkan juga kegiatan di luar kampus?” dua pertanyaan tersebut dan banyak pertanyaan lainnya langsung dijawab oleh para narasumber secara lugas. Untuk video lengkap Webinar Kupas Tuntas Beasiswa Kawasan Asia-Oseania: Korea dapat diakses melalui akun Youtube PPI DK Asia-Oseania di https://youtu.be/j4LhAbpDPTo.

Segala informasi dan kegiatan terkait PPI Dunia Kawasan Asia-Oseania dapat diakses melalui laman website https://asiania.ppi.id/ dan juga dapat kunjungi akun sosial media di @ppidkasiaoseania (Instagram); @ppiasiaoseania (Twitter) ; dan PPID Kawasan Asia-Oseania (Facebook). Salam Asik. Aspirasi, Sinergi, Kontribusi.

(Ryan.a. m, Media internal Departemen Media dan Komunikasi PPIDK Asia-Oseania)

Webinar Hari Sumpah Pemuda, 31 Oktober 2020

(Yogyakarta, 4 November 2020) Dalam rangka mengenang kembali jasa-jasa para pemuda
terdahulu yang memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia, juga untuk mengingatkan
kembali peran pemuda masa kini agar tidak menyia-nyiakan perjuangan mereka, serta turut
mempersiapkan pemuda Indonesia kedepannya agar ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa. PPIDK Asia-Oseania menyeleggarakan Webinar Hari Sumpah Pemuda 2020 dengan
menggandeng narasumber-narasumber kredibel di bidangnya.

Webinar Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan 31 Oktober 2020 lalu menghadirakan
Drs. Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, M.B.A, Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga RI
selaku keynote speaker dengan pembahasannya mengenai “Selayang Pandang Perjalanan
Bangsa Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045”. Kemudian dilanjutkan dengan panel sesi
pertama mengusung tema “Pemuda Sebagai Sosok Aktor Sosial Perubahan Bangsa” di panel
sesi pertama ini, turut dihadirkan Prof. Dian Masyita Ph.D, Guru Besar Universitas Padjajaran
dan Nur Agis Aulia, Sosok Muda Kompas yang juga seorang Agropreneur muda. Selanjutnya
pada panel sesi kedua, dihadirkan pula tiga sosok pemuda inspiratif Perhimpunan Pelajar
Indonesia, masing masing adalah Zhafira Aqyla seorang Youtuber dan Influencer, Yudi
A.Chandra Ketua PPI Jepang, dan M.Rajiv Syarif selaku Ketua Umum PPI Malaysia. Sesi ini
adalah sesi yang paling hits dan ditunggu tunggu oleh banyak peserta, mengenai pembahasan
tentang konten Youtube dan peran pemuda Indonesia dalam dunia digital. Tema yang diusung
di panel sesi kedua ini adalah “Pemuda Milenial : Role Model dalam Pembangunan Bangsa”

Antusiasme 65 peserta dari berbagai daerah dalam sesi tanya jawab atau QnA cukup terasa
intens, banyak pertanyaan menarik masuk dan ditanyakan kepada para narasumber.
Diantaranya adalah “Bagaimana cara mengajak teman sebaya untuk dapat berpartisipasi
mengadakan perubahan di masyarakat?”,“Apakah pemuda saat ini sudah siap menjadi
pemimpin di era industri 4.0? Apa yang perlu dipersiapkan pemuda daerah di desa yang minim
teknologi?” juga pertanyaan “Bagaimana Kemenpora memberikan respon kepada sekolah yang
ingin tetap mengajajarkan pelajaran olahraga selama masa pandemi?” Semua pertanyaan diatas, oleh para narasumber dijawab secara ringkas dan mudah dipahami. Untuk video lengkap
Webinar Hari Sumpah Pemuda 2020 dapat diakses di YouTube channel PPIDK Asia-Oseania
melalui link https://www.youtube.com/watch?v=JOOocIDuSd8

Segala informasi dan kegiatan terkait PPIDK Asia-Oseania dapat diakses melalui laman
website https://asiania.ppi.id/ juga dapat mengunjungi akun sosial media kami
@ppidkasiaoseania (Instagram); @ppiasiaoseania (Twitter) ; dan PPID Kawasan AsiaOseania (Facebook). Salam Asik. Aspirasi, Sinergi, Kontribusi!

PPIDK Asia Oseania Gelar Seminar Internasional Hari Santri Nasional 2020

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 yang ditetapkan oleh negara jatuh pada tanggal 22 Oktober. Penetapan HSN tersebut direstui oleh Presiden Jokowi yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan HSN ini didasari atas sebuah sejarah keputusan besar yang disampaikan oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari tentang kewajiban umat Islam dalam jihad mempertahankan tanah air dan bangsanya. Peristiwa inilah yang tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia yang berbentuk “Resolusi Jihad Fii Sabililah” dan menjadi salah satu rangkain sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme pada tanggal 22 Oktober 1945.

Dalam rangka memperingati momen sejarah tersebut, PPI Dunia Kawasan Asia Oseania (PPIDK Asiania) menggelar Seminar Internasional Virtual bersama RMI PBNU, PCINU Australia New Zealand (ANZ), PCINU Malaysia dan PCINU Taiwan bertajuk “Santri di Kancah Internasional dan Konstribusi untuk Bangsa”. Seminar internasional ini dibuka oleh Koordinator PPIDK Asiania Adi Kusmayadi. Dalam sambutannya Adi menyampaikan bahwa hari santri nasional merupakan momentum untuk mengingat kembali peran para kaum kiyai dan santri dalam berjuang mempertahankan tanah air dan bangsa Indonesia. Selain itu, momen ini menjadi penyemangat bagi kita untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri untuk dapat berdaya saing global dan juga melanjutkan semangat kontribusi peran untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Sesi inti menghadirkan 5 panelis dari berbagai negara seperti Indonesia, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Ceko. Faruq Ibnul Haqi yang juga menjabat sebagai Wakil Koordinator PPIDK Asiania memandu langsung sesi ini hingga berjalan dengan lancer dan sukses. Narasumber pertama, Choirul Anam, SE, ME, Ak, CA menyampaikan tentang peran santri dan pelajar indonesia di luar negeri untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat dan bangsa indonesia.  Koordinator PPI Dunia yang juga calon doctor dari Charles University, Prague, Ceko ini menambahkan bahwa pentingnya melek iptek bagi para santri dalam rangka menyongsong bonus demografi Indonesia.

Kiai Dr. Mohammad Mahbubi Ali dari the International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia menyampaikan paparannya bertemakan santri dalam ekonomi dan keuangan Syariah global. Alumni PP Sidogiri ini menekankan bahwa santri memiliki potensi dan tanggung jawab besar untuk mengambil andil dan peran di kancah ekonomi dan keuangan syarah global. Rais Syuriah PCINU Malaysia ini juga berpendapat bahwa kemampuan memadukan ilmu syariah dan keuangan, keahlian membawa teori ke dalam praktik, dan kefasihan dalam bahasa arab dan inggris adalah pra-syarat bagi siapa pun yang ingin mengisi ruang-ruang kosong di medan ini.

Tufel Najib Musyadad, MSW yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU ANZ menyampaikan bahwa santri adalah mereka yang terus belajar dan berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara. Mereka bukan hanya yang belajar di pesantren, melainkan siapa saja yang selalu berpegang teguh pada agama dan tuntunan para ulama nusantara. Dosen di Charles Darwin University Australia ini juga menambahkan pengertian santri yaitu kaum multi talenta dan multi profesi, namun tidak bisa dilupakan misi utama kesantrian nya, yakni selalu menjadi penjaga tradisi Islam wastahiyah dan rahmatan lil ‘alamin dimana pun berada, serta mampu menjadi intellektual publik yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Selanjutnya Miftakhul Jannatin, S.SI., M.Si memaparkan bahwa peran santri harus selalu ditingkatkan dalam menjawab kebutuhan masyarakat seiring dengan perkembangan jaman. Sekretaris Fatayat PCI NU Taiwan ini juga menekankan tentang hukum fardhu ‘ain bagi kita untuk menebar manfaat bagi masyarakat sekitar kita, bahkan lingkungan terkecil sekalipun. Sebab pada hakikatnya keberadaan santri bukan untuk menjadi elit masyarakat, justru harus dekat dengan masyarakat baik secara kehidupan bermasyarakat maupun beragama.

Sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd yang mewakili PP RMI NU. Gus Hamid menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional merupakan momentum istimewa tak hanya bagi santri Indonesia, tapi juga bagi santri yang berada di luar teritorial NKRI. Menurutnya, santri yang berada di luar negeri diharapkan tetap memainkan posisi srategis. Dosen UIN Sunan Ampel ini juga memaparkan tentang makin banyak santri mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa dengan tujuan ke luar negeri.

Seminar internasional ini ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri yang dimaksudkan agar dimanapun berada, para santri yang berada di Luar Negeri juga tetap memberikan kontribusinya untuk kemajuan bangsa, sesuai dengan tema kegiatan saat ini.

–END–
<AK>

Pembentukan Kepengurusan Baru PPIDK Asia-Oseania 2020/2021

(Jakarta, 25 September 2020) Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Asia-Oseania telah sukses melangsungkan serangkaian kegiatan rekrutmen pengurus baru untuk periode 2020/2021. Tahapan kegiatan rekrutmen dimulai dengan registrasi dan seleksi berkas yang diselenggarakan pada tanggal 1-5 September 2020, kemudian dilanjutkan interview peserta melalui daring pada tanggal 7-8 September 2020 dan tahapan terakhir pengumuman peserta yang lolos menjadi anggota kepengurusan baru PPIDK Asia-Oseania 2020/2021 di tanggal 12 September 2020 lalu. Para pengurus baru ini nantinya akan ditempatkan di beberapa departemen yang tersedia meliputi: Kesekretariatan; Media dan Komunikasi; Pengembangan Karir, Bisnis, dan Kemitraan; Sosial Budaya; Litbang dan Pendidikan.

Dari empat belas negara anggota PPIDK Asia-Oseania, hampir seluruh anggota PPI Negara yang turut berpartisipasi dalam rekrutmen kali ini. Keberagaman latar belakang pendidikan dan budaya para anggota pengurus PPIDK Asia-Oseania diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi, sinergi dan aspirasi antar PPI Negara, juga mampu borkontribusi lebih dalam membangun khazanah keilmuan melalui inovasi dan karya sesuai dengan motto dari kepengurusan kali ini yaitu ASIK (Aspirasi, Sinergi dan Kontribusi).

Adi Kusmayadi selaku Koordinator terpilih untuk PPIDK Asia-Oseania 2020/2021 menyatakan “Kami berharap bahwa kita bisa bekerja bersama dan bersinergi untuk membawa PPI DK Asiania lebih Asik (Aspirasi, Sinergi, Kontribusi) dan bermanfaat baik anggotanya maupun untuk bangsa dan negara”

Pengurus terpilih sudah mulai menjalankan roda organisasi terhitung sejak tanggal 13 September 2020 lalu. Nantinya seluruh program kerja periode ini berfokus membangun koordinasi yang solid, progresif, dan profesional untuk mengembangkan kapasitas SDM serta peningkatan produktivitas organisasi, juga memperkuat sinergi antara PPI Negara, Mitra PPI, Alumni, dan Pemerintah.

Segala informasi dan kegiatan terkait PPIDK Asia-Oseania dapat diakses melalui laman website https://asiania.ppi.id/ juga bisa kunjungi sosial media kami di Instagram account @ppidkasiaoseania Twitter account @ppiasiaoseania dan Facebook account PPID Kawasan Asia-Oseania. Salam Aspirasi, Sinergi, Kontribusi!(AT)

Liputan Simposium Internasional PPI Dunia 2020

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia ke XII tahun 2020 telah selesai dilaksanakan. Acara yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok dari tanggal 15 – 30 Agustus ini adalah Simposium PPI Dunia Online pertama dalam sejarah mengingat pandemi global yang sedang terjadi.

Rekan rekan pelajar Indonesia di seluruh dunia, mengikuti dengan antusias seluruh rangkaian acara. Dibuka dengan sambutan dari Koordinator PPI DUNIA periode 2019/2020 Fadlan Muzakki serta penampilan spesial dari pelajar Indonesia di Tiongkok dan seluruh dunia.

Acara disusul dengan Webinar yang mendatangkan para Tokoh seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Anwar Makarim, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy.

Acara acara selanjutnya, seperti Webinar yang dibuka untuk publik melalui media Zoom dan YouTube berjalan dengan lancar. Sidang Komisi sebagai bentuk Diskusi Pelajar Indonesia serta Kongres Internasional yang menghasilkan Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia periode 2020/2021 juga berlangsung penuh sukacita.

Setelah berjalan kurang lebih dua minggu, acara Simposium yang mengangkat Tema Peran Generasi Muda dalam Kebangkitan Nasional Pasca Pandemi Covid-19 ini ditutup pada Minggu, 30 Agustus 2020. Dengan adanya acara ini Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia berharap dapat ikut andil dalam pembangunan manusia Indonesia. (Alfa)