Webinar Hari Sumpah Pemuda, 31 Oktober 2020

(Yogyakarta, 4 November 2020) Dalam rangka mengenang kembali jasa-jasa para pemuda
terdahulu yang memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia, juga untuk mengingatkan
kembali peran pemuda masa kini agar tidak menyia-nyiakan perjuangan mereka, serta turut
mempersiapkan pemuda Indonesia kedepannya agar ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa. PPIDK Asia-Oseania menyeleggarakan Webinar Hari Sumpah Pemuda 2020 dengan
menggandeng narasumber-narasumber kredibel di bidangnya.

Webinar Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan 31 Oktober 2020 lalu menghadirakan
Drs. Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, M.B.A, Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga RI
selaku keynote speaker dengan pembahasannya mengenai “Selayang Pandang Perjalanan
Bangsa Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045”. Kemudian dilanjutkan dengan panel sesi
pertama mengusung tema “Pemuda Sebagai Sosok Aktor Sosial Perubahan Bangsa” di panel
sesi pertama ini, turut dihadirkan Prof. Dian Masyita Ph.D, Guru Besar Universitas Padjajaran
dan Nur Agis Aulia, Sosok Muda Kompas yang juga seorang Agropreneur muda. Selanjutnya
pada panel sesi kedua, dihadirkan pula tiga sosok pemuda inspiratif Perhimpunan Pelajar
Indonesia, masing masing adalah Zhafira Aqyla seorang Youtuber dan Influencer, Yudi
A.Chandra Ketua PPI Jepang, dan M.Rajiv Syarif selaku Ketua Umum PPI Malaysia. Sesi ini
adalah sesi yang paling hits dan ditunggu tunggu oleh banyak peserta, mengenai pembahasan
tentang konten Youtube dan peran pemuda Indonesia dalam dunia digital. Tema yang diusung
di panel sesi kedua ini adalah “Pemuda Milenial : Role Model dalam Pembangunan Bangsa”

Antusiasme 65 peserta dari berbagai daerah dalam sesi tanya jawab atau QnA cukup terasa
intens, banyak pertanyaan menarik masuk dan ditanyakan kepada para narasumber.
Diantaranya adalah “Bagaimana cara mengajak teman sebaya untuk dapat berpartisipasi
mengadakan perubahan di masyarakat?”,“Apakah pemuda saat ini sudah siap menjadi
pemimpin di era industri 4.0? Apa yang perlu dipersiapkan pemuda daerah di desa yang minim
teknologi?” juga pertanyaan “Bagaimana Kemenpora memberikan respon kepada sekolah yang
ingin tetap mengajajarkan pelajaran olahraga selama masa pandemi?” Semua pertanyaan diatas, oleh para narasumber dijawab secara ringkas dan mudah dipahami. Untuk video lengkap
Webinar Hari Sumpah Pemuda 2020 dapat diakses di YouTube channel PPIDK Asia-Oseania
melalui link https://www.youtube.com/watch?v=JOOocIDuSd8

Segala informasi dan kegiatan terkait PPIDK Asia-Oseania dapat diakses melalui laman
website https://asiania.ppi.id/ juga dapat mengunjungi akun sosial media kami
@ppidkasiaoseania (Instagram); @ppiasiaoseania (Twitter) ; dan PPID Kawasan AsiaOseania (Facebook). Salam Asik. Aspirasi, Sinergi, Kontribusi!

PPIDK Asia Oseania Gelar Seminar Internasional Hari Santri Nasional 2020

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 yang ditetapkan oleh negara jatuh pada tanggal 22 Oktober. Penetapan HSN tersebut direstui oleh Presiden Jokowi yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan HSN ini didasari atas sebuah sejarah keputusan besar yang disampaikan oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari tentang kewajiban umat Islam dalam jihad mempertahankan tanah air dan bangsanya. Peristiwa inilah yang tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia yang berbentuk “Resolusi Jihad Fii Sabililah” dan menjadi salah satu rangkain sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme pada tanggal 22 Oktober 1945.

Dalam rangka memperingati momen sejarah tersebut, PPI Dunia Kawasan Asia Oseania (PPIDK Asiania) menggelar Seminar Internasional Virtual bersama RMI PBNU, PCINU Australia New Zealand (ANZ), PCINU Malaysia dan PCINU Taiwan bertajuk “Santri di Kancah Internasional dan Konstribusi untuk Bangsa”. Seminar internasional ini dibuka oleh Koordinator PPIDK Asiania Adi Kusmayadi. Dalam sambutannya Adi menyampaikan bahwa hari santri nasional merupakan momentum untuk mengingat kembali peran para kaum kiyai dan santri dalam berjuang mempertahankan tanah air dan bangsa Indonesia. Selain itu, momen ini menjadi penyemangat bagi kita untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri untuk dapat berdaya saing global dan juga melanjutkan semangat kontribusi peran untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Sesi inti menghadirkan 5 panelis dari berbagai negara seperti Indonesia, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Ceko. Faruq Ibnul Haqi yang juga menjabat sebagai Wakil Koordinator PPIDK Asiania memandu langsung sesi ini hingga berjalan dengan lancer dan sukses. Narasumber pertama, Choirul Anam, SE, ME, Ak, CA menyampaikan tentang peran santri dan pelajar indonesia di luar negeri untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat dan bangsa indonesia.  Koordinator PPI Dunia yang juga calon doctor dari Charles University, Prague, Ceko ini menambahkan bahwa pentingnya melek iptek bagi para santri dalam rangka menyongsong bonus demografi Indonesia.

Kiai Dr. Mohammad Mahbubi Ali dari the International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia menyampaikan paparannya bertemakan santri dalam ekonomi dan keuangan Syariah global. Alumni PP Sidogiri ini menekankan bahwa santri memiliki potensi dan tanggung jawab besar untuk mengambil andil dan peran di kancah ekonomi dan keuangan syarah global. Rais Syuriah PCINU Malaysia ini juga berpendapat bahwa kemampuan memadukan ilmu syariah dan keuangan, keahlian membawa teori ke dalam praktik, dan kefasihan dalam bahasa arab dan inggris adalah pra-syarat bagi siapa pun yang ingin mengisi ruang-ruang kosong di medan ini.

Tufel Najib Musyadad, MSW yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU ANZ menyampaikan bahwa santri adalah mereka yang terus belajar dan berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara. Mereka bukan hanya yang belajar di pesantren, melainkan siapa saja yang selalu berpegang teguh pada agama dan tuntunan para ulama nusantara. Dosen di Charles Darwin University Australia ini juga menambahkan pengertian santri yaitu kaum multi talenta dan multi profesi, namun tidak bisa dilupakan misi utama kesantrian nya, yakni selalu menjadi penjaga tradisi Islam wastahiyah dan rahmatan lil ‘alamin dimana pun berada, serta mampu menjadi intellektual publik yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Selanjutnya Miftakhul Jannatin, S.SI., M.Si memaparkan bahwa peran santri harus selalu ditingkatkan dalam menjawab kebutuhan masyarakat seiring dengan perkembangan jaman. Sekretaris Fatayat PCI NU Taiwan ini juga menekankan tentang hukum fardhu ‘ain bagi kita untuk menebar manfaat bagi masyarakat sekitar kita, bahkan lingkungan terkecil sekalipun. Sebab pada hakikatnya keberadaan santri bukan untuk menjadi elit masyarakat, justru harus dekat dengan masyarakat baik secara kehidupan bermasyarakat maupun beragama.

Sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd yang mewakili PP RMI NU. Gus Hamid menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional merupakan momentum istimewa tak hanya bagi santri Indonesia, tapi juga bagi santri yang berada di luar teritorial NKRI. Menurutnya, santri yang berada di luar negeri diharapkan tetap memainkan posisi srategis. Dosen UIN Sunan Ampel ini juga memaparkan tentang makin banyak santri mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa dengan tujuan ke luar negeri.

Seminar internasional ini ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri yang dimaksudkan agar dimanapun berada, para santri yang berada di Luar Negeri juga tetap memberikan kontribusinya untuk kemajuan bangsa, sesuai dengan tema kegiatan saat ini.

–END–
<AK>

Pembentukan Kepengurusan Baru PPIDK Asia-Oseania 2020/2021

(Jakarta, 25 September 2020) Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Asia-Oseania telah sukses melangsungkan serangkaian kegiatan rekrutmen pengurus baru untuk periode 2020/2021. Tahapan kegiatan rekrutmen dimulai dengan registrasi dan seleksi berkas yang diselenggarakan pada tanggal 1-5 September 2020, kemudian dilanjutkan interview peserta melalui daring pada tanggal 7-8 September 2020 dan tahapan terakhir pengumuman peserta yang lolos menjadi anggota kepengurusan baru PPIDK Asia-Oseania 2020/2021 di tanggal 12 September 2020 lalu. Para pengurus baru ini nantinya akan ditempatkan di beberapa departemen yang tersedia meliputi: Kesekretariatan; Media dan Komunikasi; Pengembangan Karir, Bisnis, dan Kemitraan; Sosial Budaya; Litbang dan Pendidikan.

Dari empat belas negara anggota PPIDK Asia-Oseania, hampir seluruh anggota PPI Negara yang turut berpartisipasi dalam rekrutmen kali ini. Keberagaman latar belakang pendidikan dan budaya para anggota pengurus PPIDK Asia-Oseania diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi, sinergi dan aspirasi antar PPI Negara, juga mampu borkontribusi lebih dalam membangun khazanah keilmuan melalui inovasi dan karya sesuai dengan motto dari kepengurusan kali ini yaitu ASIK (Aspirasi, Sinergi dan Kontribusi).

Adi Kusmayadi selaku Koordinator terpilih untuk PPIDK Asia-Oseania 2020/2021 menyatakan “Kami berharap bahwa kita bisa bekerja bersama dan bersinergi untuk membawa PPI DK Asiania lebih Asik (Aspirasi, Sinergi, Kontribusi) dan bermanfaat baik anggotanya maupun untuk bangsa dan negara”

Pengurus terpilih sudah mulai menjalankan roda organisasi terhitung sejak tanggal 13 September 2020 lalu. Nantinya seluruh program kerja periode ini berfokus membangun koordinasi yang solid, progresif, dan profesional untuk mengembangkan kapasitas SDM serta peningkatan produktivitas organisasi, juga memperkuat sinergi antara PPI Negara, Mitra PPI, Alumni, dan Pemerintah.

Segala informasi dan kegiatan terkait PPIDK Asia-Oseania dapat diakses melalui laman website https://asiania.ppi.id/ juga bisa kunjungi sosial media kami di Instagram account @ppidkasiaoseania Twitter account @ppiasiaoseania dan Facebook account PPID Kawasan Asia-Oseania. Salam Aspirasi, Sinergi, Kontribusi!(AT)

Liputan Simposium Internasional PPI Dunia 2020

Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia ke XII tahun 2020 telah selesai dilaksanakan. Acara yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok dari tanggal 15 – 30 Agustus ini adalah Simposium PPI Dunia Online pertama dalam sejarah mengingat pandemi global yang sedang terjadi.

Rekan rekan pelajar Indonesia di seluruh dunia, mengikuti dengan antusias seluruh rangkaian acara. Dibuka dengan sambutan dari Koordinator PPI DUNIA periode 2019/2020 Fadlan Muzakki serta penampilan spesial dari pelajar Indonesia di Tiongkok dan seluruh dunia.

Acara disusul dengan Webinar yang mendatangkan para Tokoh seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Anwar Makarim, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy.

Acara acara selanjutnya, seperti Webinar yang dibuka untuk publik melalui media Zoom dan YouTube berjalan dengan lancar. Sidang Komisi sebagai bentuk Diskusi Pelajar Indonesia serta Kongres Internasional yang menghasilkan Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia periode 2020/2021 juga berlangsung penuh sukacita.

Setelah berjalan kurang lebih dua minggu, acara Simposium yang mengangkat Tema Peran Generasi Muda dalam Kebangkitan Nasional Pasca Pandemi Covid-19 ini ditutup pada Minggu, 30 Agustus 2020. Dengan adanya acara ini Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia berharap dapat ikut andil dalam pembangunan manusia Indonesia. (Alfa)