Kesejahteraan Pendidikan Anak-Anak TKI dan Imigran di Persemakmuran Australia

Isu untuk datang dan menetap di Australia secara ilegal sekarang memang tidak relevan, karena pada dasarnya, banyak sekali pilihan untuk tinggal di Australia tanpa melanggar hukum. Walaupun begitu, Pemerintah Australia memiliki kebijakan, bagi siapa saja yang tinggal di Australia walaupun legal, namun bukan pemilik visa Permanent Resident, tidak memiliki benefit pendidikan gratis untuk anak-anaknya. Jadi bagaimanapun juga banyak dari para TKI dan Imigran harus membayar biaya sekolah untuk anak-anak mereka.

 

Sistem pemerintahan Australia yang sangat ketat terhadap para imigrannya membuat banyak sekali imigran Indonesia yang terpaksa harus pulang kembali ke Indonesia dikarenakan tidak memiliki pekerjaan dan Permanent Resident Visa. Berbeda hal nya dengan Warga Negara Indonesia yang belum memiliki pekerjaan tetapi memiliki izin tinggal tetap atau Permanent Resident Visa, mereka mendapat Centerlink atau bantuan finansial berupa uang sebesar 3000 AUD di setiap bulannya, tetapi apabila masa berlaku visa tinggal mereka sudah habis dan mereka belum juga mendapatkan perkerjaan, maka status Permanent Resident mereka akan dicabut, dan biasanya pilihan mereka tak lain adalah kembali ke Indonesia.

 

Berdasarkan pengalaman salah satu pelajar doktoral Indonesia yang sudah tinggal di Australia selama 13 tahun, hingga memiliki anak disana, status kependudukan anak mereka adalah sebagai WNA. Maka kehidupan anak mereka sudah dijamin oleh pemerintah Australia, bahkan hingga mereka tua nanti, salah satu keuntungan yang mereka miliki adalah selama orang tua mereka masih mengurusi anak mereka yang berstatus WNA hingga umur 17 tahun, pemerintah akan memberikan dana sebesar 1000 AUD per-anak setiap bulannya. Selain itu anak juga mendapatkan pendidikan di sekolah negeri secara gratis, dan apabila anak mereka adalah anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti autisme dan semacamnya, makan angka yang didapatkan lebih besar dari 1000 AUD.